Berita

Respon Tetangga di Banjarnegara soal Husen Pemutilasi Bos Semarang

BANJARNEGARA – Setelah mayat Irwan Hutagalung (53), bos depot air isi ulang ditemukan dalam kondisi dicor semen di tempat usahanya di Tembalang Semarang, polisi bergerak cepat memburu Muhammad Husen (28). Berikut kesaksian tetangga Husen di Banjarnegara.

“Saya kaget banyak polisi ke sini mencari Husen. Tetapi di sini tidak ada. Kata teman saya ditangkapnya di (Kecamatan) Purwanegara,” kata Fitri, tetangga Husen di Desa Sambong, Kecamatan Punggelan, Kabupaten Banjarnegara, Kamis (11/5/2023).

Wajar jika Fitri kaget saat mengetahui banyak polisi yang mencari Husen. Sebab, Husen dikenal tidak pernah berbuat aneh-aneh selama masih tinggal di Desa Sambong. “Kalau di rumah biasa saja tidak pernah aneh-aneh. Jadi kaget, secara fisik juga kelihatan baik,” ujar Fitri.

Sebagai informasi, sebelum merantau, Husen tinggal bersama keluarganya di Desa Sambong, Banjarnegara. Di desa itu Husen sehari-harinya bekerja sebagai petani.
“Kesehariannya di sini bagus. Tidak pernah aneh-aneh. Jadi mendengar kabar seperti ini saya kaget banget,” kata Hamidah, tetangga Husen di Desa Sambong, Banjarnegara, kemarin.

Hamidah yang juga saudara Husen itu mengatakan, Husen sudah cukup lama merantau. “Sudah lama tidak kelihatan. Memang setelah ibunya meninggal pergi merantau. Tetapi pergi ke mana saya tidak tahu. Kalau sebelumnya kadang ke kebun bertani,” jelasnya.

Menurut perangkat Desa Sambong, Bejo Utomo, Husen dikenal aktif dalam kegiatan masyarakat. Dia menambahkan, Husen diketahui merantau sejak sekitar sepuluh bulan lalu.

“Perilakunya baik, aktif di kegiatan masyarakat. Pergi dari Sambong sekitar 10 bulan lalu. Katanya pergi ke rumah temannya di Desa Gumiwang, Kecamatan Purwanegara. Setelah itu tidak kelihatan lagi,” kata Bejo.

Untuk diketahui, sebelum memutilasi bos depot air isi ulang tempatnya bekerja di Semarang, Muhammad Husen (28) sempat bekerja di sebuah warung mi atau warmindo. Kepada rekan kerjanya di warung itu, Husen sering curhat masalah keluarganya.

“Keluarganya sudah nggak ngurusi, dia pernah bilang ‘keluargaku yang aku anggap ibukku aja. Kakakku, adikku nggak tak (saya) anggap’,” kata Jesi (22), mantan rekan kerja Husen di sebuah warmindo di Jalan Kramas-Penggaron, Kamis (11/5).

“Tapi ibunya sudah nggak ada kan,” imbuh Jesi kepada wartawan. Menurut Jesi, Husen pernah bercerita bahwa ibunya telah meninggal dunia belum lama ini.

Husen berhenti kerja di restoran itu sekitar bulan Februari lalu. Meski begitu, dia masih sering datang ke tempat lamanya bekerja untuk sekadar main.

Kepada Jesi, Husen juga tak ragu menceritakan kisah hidupnya. Termasuk permasalahan dengan bos barunya yang dia sebut galak.

SUMBER : detikjateng

 

Polres Sukoharjo, Kapolres Sukoharjo, AKBP SIGIT, Sukoharjo, Polres Rembang, Polres Pati, Polres Humbahas, Polres Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, Pemkab Banjarnegara, Polda Sumut, Polda Jateng, Jateng

Related Posts

1 of 2,652

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *