BeritaHukumPeristiwa

Laporan Penganiayaan Pengurus GP Ansor di Demak, AKBP Purbaja: Kami Tindaklanjuti

DEMAK, Jateng – Satreskrim Polres Demak bergerak cepat merespon laporan dugaan penganiayaan terhadap pengurus GP Ansor di Demak.

Polisi saat ini sedang melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum perangkat Desa Wonokerto, terhadap Ketua Ranting GP Ansor Wonokerto, Arifin.

Demikian yang disampaikan, Kapolres Demak AKBP Muhammad Purbaja kepada Tribunmuria.com, Rabu (10/5/2023).

AKBP Muhammad Purbaja menegaskan, pihaknya telah menerima dan memproses laporan dugaan penganiayaan tersebut.

“Iya kasus tersebut sudah dilaporkan ke kami dan sudah ditindaklanjuti, saat ini sedang dalam proses,” kata Kapolres Demak.

Hal serupa juga disampaikan Kasat reskrim Polres Demak, AKP Winardi.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya sedang mendalami kasus tersebut.

“Ini sudah laporan, masih perlu pendalaman,” ucap Kasat Reskrim Demak.

Bermula dari protes pleno DPS

Sebelumnya diberitakan, pengurus GP Ansor di Demak, diduga ditabrak secara sengaja dan kemudian dipukuli hingga babak belur oleh oknum perangkat Desa Wonokerto.

Korban adalah Arifin, yang merupakan Ketua Ranting GP Ansor Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak.

Kini harus mendapatkan perawatan medis secara intensif di RSUD Sunan Kalijaga Demak, karena mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Pengurus PC GP Ansor Demak telah melaporkan kasus Arifin yang diduga sengaja ditabrak dan dianiaya oleh oknum perangkat Desa Wonokerto ke Polres Demak.

Pengurus PC GP Ansor Demak mendesak polisi segera menangani kasus penganiayaan ini secara serius dan tuntas.

Berikut kronologi penganiayaan terhadap kader GP Ansor Demak, Arifin, yang juga menjabat sebagai Ketua Ranting GP Ansor Desa Wonokerto.

Sekretaris GP Ansor Demak, Muhammad Fariq, mengatakan pihaknya langsung bertindak begitu mendapat kabar terdapat kader Ansor yang menjadi korban penganiayaan oleh oknum perangkat Des Wonokerto.

Dituturkan, ia langsung berkoordinasi dengan Ketua PC GP Ansor Demak, M Nur Huda, untuk melakukan langkah-langkah pendampingan.

Menurut Fariq, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Demak mendorong aparat Polres Demak untuk secepatnya menindaklanjuti kasus penganiayaan serta ancaman terhadap Arifin.

“Kami langsung berkoordinasi dan mengambil langkah-langkah advokasi.”

“Kami sudah berkoordinasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor guna pendampingan hukumnya,” kata Mugammad Fariq dalam keterangan tertulis yang diterima Tribunmuria, Selasa (9/5/2023).

Ia mengatakan, setelah adanya penganiayaan, korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Demak.

Saat ini, yang bersangkutan masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga, Demak, karena mengalami luka di sejumlah bagian tubuhnya.

Dijelaskannya, peristiwa diawali pada Senin (8/5/2023) pukul 22.19 WIB.

Saat itu, mantan Kades Wonokerto, berinisial BU, menelpon korban yang ingin komplain mengenai pelaksanaan Rapat Pleno Terbuka Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) yang digelar sebelumnya.

Adapun, korban juga merupakan Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Wonokerto.

“Sekitar 10 menit kemudian, saat korban sedang menyiram bunga di depan rumah, tiba-tiba datang dua orang mengendarai sepeda motor sengaja menabrak korban hingga tersungkur.”

“Motornya sempat oleng, lalu menabrak korban berulangkali. Setidaknya hingga tiga kali,” jelasnya.

Setelah menabrak, pelaku berinisial SK, yang diketahui merupakan juga perangkat desa setempat, sempat jatuh.

Setelah bangun, pelaku langsung memukuli korban berkali-kali.

“Korban tidak membalas sama sekali. Dia lalu teriak takbir, kemudian warga setempat keluar rumah.”

“Pelaku SK lalu ditarik rekannya untuk menjauhi korban,” katanya.

Fariq juga menjelaskan, pihak GP Ansor Demak mendorong  Polres Demak untuk serius menangani perkara penganiayaan bahkan cenderung ada unsur serangan berencana ini.

“Kami mendorong sekaligus percaya pada aparat kepolisian di Polres Demak bisa menangani perkara ini dengan cepat dan tepat,” tegasnya.

Selain itu, imbuhnya, ada hal lain yang juga tak kalah penting. Yakni ada upaya serangan berencana pada penyelenggara Pemilu.

Sumber: muria.tribunnews.com

 

Polda Jateng, Jateng, Polrestabes Semarang, Polres Rembang, Polres Sukoharjo, Polres Humbahas, Polda Kalbar, Polda Kaltara

Related Posts

1 of 2,612

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *