BeritaHukum

Kata Warga soal Sosok Korban Mutilasi di Semarang: Jarang Senyum tapi Baik

Bos depot air minum isi ulang di Semarang, Irwan Hutagalung (53) tewas dibunuh karyawannya sendiri, Muhammad Husen (28). Tetangga mengenang sosok Irwan sebagai orang yang baik hanya jarang tersenyum.

Seorang tetangga yang tinggal di depan depot air isi ulang itu, Dian Ayu Ningrum (28) mengaku kerap diperlakukan baik oleh Irwan. Dia pun menceritakan beberapa kebaikan Irwan.

“Kalau saya sebagai pembeli memang bapaknya baik sama saya tapi memang wajahnya kayak jarang senyum, tapi kalau sama saya baik,” ujar Dian saat ditemui di rumahnya, Jalan Mulawarman Raya, Kecamatan Tembalang, Semarang, Kamis (11/5/2023).

Dian mengaku jarang berinteraksi dengan Irwan. Namun, selama Irwan memiliki usaha air isi ulang, dia selalu memenuhi kebutuhan air minum dan gasnya dari sana.

Menurutnya, Irwan membuka usaha air isi ulang itu sekitar 2,5 tahun terakhir. Dian mengenang beberapa kali ditolong oleh Irwan.

Misalnya, saat gas kompornya habis saat dirinya memasak. Meski gas yang dijual Irwan habis, dia tetap memberikan gas yang berada di dapurnya. Irwan bahkan menolak dibayar.

“Nggak usah bayar nanti tabungnya aja yang dikembalikan,” ujar Dian menirukan Irwan saat itu.

Baik Irwan dan Husen dikenal jarang bergaul dengan warga sekitar. Dian menyebut keduanya sebagai sosok yang kaku dan pendiam.

“Memang jarang senyum orangnya, (Irwan) memang gitu tapi baik orangnya. Kalau itu (Husen) lebih pendiam,” katanya.

Dian juga mengenang Irwan selalu menerima pengisian air atau gas meski sudah tutup. Sebenarnya Irwan memiliki rumah lain di Tembalang. Namun, dia lebih sering berada di depot air minumnya.

“Di sini tidur di sini, kadang-kadang juga kalau saya kepepet minta tolong ketuk-ketuk,” katanya.

Dian memang mendengar gosip bahwa Irwan dikenal galak. Namun, Dian enggan berkomentar soal itu.

“Ya pernah dengar sih kalau pemarah, tapi alhamdulillah kalau sama saya baik,” ujarnya.

Pegawai di depot air isi ulang Irwan juga memang sering berganti. Menurutnya, hanya pegawai bernama Yuliati yang bekerja cukup lama. Sedangkan Husen diketahui baru bekerja di sana selama satu bulan.

“Memang sering gonta-ganti yang rada awet Mbak Yuli itu,” katanya.

Sebagai informasi, Yuli merupakan saksi yang pertama kali curiga atas hilangnya Irwan. Dia juga sempat menangis dan pingsan saat Irwan dievakuasi.

Seperti diketahui, kasus ini bermula saat warga menemukan mayat dicor di depot air isi ulang, Jalan Mulawarman Raya, Tembalang, Semarang pada Senin (8/5)

Selain dicor, korban juga dimutilasi menjadi empat bagian. Husen kemudian ditangkap sehari setelah penemuan mayat itu.

Husen mengaku sakit hati dan dendam kepada bosnya. Dia juga mengaku tak menyesali aksinya.

sumber: detikjateng

Related Posts

1 of 2,649

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *