BeritaKriminalitas

Bencana Longsor di Pandanarum Banjarnegara: 9 Keluarga Mengungsi

BANJARNEGARA, Jateng – Hujan deras dengan intenstias tinggi terjadi di wilayah Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, Sabtu (29/4/2023). Hal ini menyebabkan terjadinya pergerakan tanah hingga terjadi tanah longsor sekitar pukul 18.00 WIB.

Akibat kejadian tersebut, sembilan kepala keluarga (KK) dari 7 rumah yang ada di sekitar lokasi memilih untuk mengungsi. Sebab, rumah itu lokasinya berdekatan dengan pergerakan tanah yang menyebabkan longsor.

Koordinator Relawan RAPI Banjarnegara Tejo Sumarno mengatakan, kejadian ini menyebabkan tak kurang dari 1 hektare lahan pertanian milik warga gagal panen. Sebab, lahan pertanian di Dusun Tamansari, RT 01 RW 02, Desa Pingit Lor, Kecamatan Pandanarum itu terbawa longsor.

“Untuk lahan persawahan yang gagal panen ini sementara yang tercatat milik 20 orang. Ini sudah pasti gagal panen karena terkena longsoran,” ujarnya.

Selain itu, dengan kondisi cuaca yang masih ekstrem, dia juga mengimbau pada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Sebab, wilayah Desa Pingit Kecamatan Pandanarum ini memiliki struktur dan terktur tanah yang tingkat permeabilitas tinggi serta porositas yang rendah. Sehingga ini sangat rentan akan pergerakan tanah dengan jenis rayapan yang mengarah ke utara mengukuti aluran sungai Anjatan yang merupakan anakan dari Sungai Gintung.

Pantau Pergerakan

Dia mengatakan, untuk sementara dari hasil kaji cepat tim di lapangan, 7 rumah yang terancam dan dihuni oleh 9 KK ini mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman. Rumah tersebut yakni milik Karyin yang dihuni 2 KK, Carmadi (2 KK), Karsin, Minanto, Marsudi, Sayuni, dan Tarmindiyah.

“Untuk korban jiwa tidak ada, namun saat ini tim gabungan masih terus melakukan pemantauan terkait pergerakan tanah yang terjadi di desa tersebut. Sebagai antisipasi, relawan gabungan melakukan penanganan dengan pemasangan dan penguatan tepi sungai dengan menggunakan bambu sebagai penahan longsor,” ujarnya.

Selain itu, tim gabungan bersama para relawan juga melakukan pemantauan pergerakan tanah serta pembersihan dan normalisasi aliran sungai. Kemudian, pembuatan jalur evakuasi, pendirian dapur umum, serta melakukan droping logistik.

Sumber: serayunews.com

 

Related Posts

1 of 2,651

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *