BeritaHukumKriminalitas

7 Fakta Mayat Dimutilasi-Dicor di Depot Air Isi Ulang Tembalang Semarang

SEMARANG, Jateng – Penemuan mayat dicor di depot air isi ulang menggegerkan warga Jalan Mulawarman, Tembalang, Semarang. Polisi menduga mayat itu korban pembunuhan. Berikut fakta-fakta seputar kasus penemuan mayat dicor tersebut.

1. Berawal dari Kecurigaan Mantan Karyawan

Pemilik ruko tempat air isi ulang itu, Is Margono (50) menceritakan detik-detik penemuan mayat pria bernama Irwan Hutagalung (53). Iwan adalah pemilik depot air isi ulang tersebut. Dia mengontrak ruko milik Is sejak 2,5 tahun lalu.

Awalnya, Margono didatangi Yuli, mantan karyawan Iwan. Yuli curiga karena mencium bau busuk dan sudah beberapa hari tak melihat Iwan.

“Nggak ketemu Pak Iwan empat hari ini, dihubungi nggak bisa, ini kok bau bangkai,” kata Iis Margono saat ditemui di rumahnya yang berada di belakang TKP penemuan mayat, Senin (8/6/2023).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan menyebut kejadian itu dilaporkan sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasinya di tempat air isi ulang AHS Arga Tirta, Jalan Mulawarman Raya, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang.

2. Tubuh Dicor Kecuali Kaki

Is dan suaminya lalu membuka depot air isi ulang itu. Saat itulah suaminya melihat ada kaki manusia di lokasi yang berbau menyengat.

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan mengatakan lokasi mayat berada di celah antara bangunan di depot air isi ulang itu. Saat ditemukan, hampir seluruh badan mayat itu sudah dicor kecuali bagian kaki.

“Kaki yang ketinggalan, jadi dari kepala sampai bawah ini (terpendam),” ujar Donny di lokasi.

3. Karyawan Pamit ke Luar Kota

Iwan disebut tinggal di ruko itu bersama seorang pegawainya yang bernama Husein. Berdasarkan cerita Yuli, Is mengatakan Husein terlihat terakhir kali pada Sabtu (6/5) malam.

“Rewange (karyawannya) Pak Iwan itu namanya Pak Husein, baru kerja sebulan, nah ketemu itu malam Minggu,” ujarnya.

Saat itu, Husein bertemu dengan Yuli untuk menyerahkan kunci depot air isi ulang dan pamit hendak ke luar kota. Kepada Yuli, Husein mengaku sudah pamit kepada Iwan pada Jumat (5/5).

Sementara itu Iis mengaku mencium bau bangkai sejak Sabtu (6/5). Namun dia tak mengira itu bau bangkai manusia.

4. Evakuasi Menggunakan Palu

Polisi menggunakan palu untuk membongkar cor semen yang membungkus mayat di antara celah bangunan depot itu. Sejumlah petugas masuk melewati celah itu dan sebagian yang lain masuk lewat pintu depan.

Beberapa peralatan untuk mengevakuasi jenazah juga dimasukkan lewat celah antara bangunan itu. Ketokan palu terdengar dari luar.

Evakuasi dilakukan setelah tim Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP. Mayat itu lalu dibawa menggunakan ambulans milik PMI Kota Semarang.

5. Ada Pisau di Dekat Mayat

Polisi menemukan sebilah pisau di dekat mayat yang dicor itu. Polisi menduga mayat yang diduga pemilik depot air isi ulang itu korban pembunuhan.

“Betul (ada pisau), indikasi pembunuhan,” kata Kapolsek Tembalang, Kompol Wahdah saat dimintai konfirmasi, Senin (8/5).

Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Donny Lombantoruan juga menduga jenazah itu dibunuh. “Diduga dari hasil temuan mayat ini diduga ada unsur pembunuhan,” katanya di lokasi.

Dia juga menyebut tempat itu sudah beberapa hari tutup. Penemuan diawali kecurigaan mantan karyawan yang mencium bau busuk dan melihat tempat air isi ulang itu selalu tutup.

6. Dimutilasi Empat Bagian

Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar mengungkap polisi yang melakukan evakuasi mendapati kondisi jenazah sudah terpotong. Diduga mutilasi dilakukan sebelum dicor.

“Setelah digali, diduga korban ini sebelumnya sudah dimutilasi. Dipotong tangan kanan, tangan kiri, kemudian kepala terpisah. Ada empat bagian,” kata Irwan di kawasan Jalan Pahlawan Semarang, Senin (8/5).

7. Satu Saksi Diamankan

Di sisi lain, Irwan mengatakan pihaknya sudah mengamankan satu orang. Saat ini yang bersangkutan berstatus sebagai saksi.

“Sudah amankan satu saksi. Statusnya saksi. Pemeriksaan untuk kembangkan kasus ini,” imbuhnya.

Polisi juga masih memeriksa saksi termasuk keluarga korban yang selama ini hidup terpisah. Selain itu juga dicari tahu apakah ada barang korban yang hilang.

sumber: detikjateng

 

Polres Sukoharjo, Kapolres Sukoharjo, AKBP SIGIT, Kabupaten Sukoharjo, Sukoharjo, Polrestabes Semarang, Polres Rembang, Polres Humbahas, Polda Jateng, Jateng

Related Posts

1 of 2,650

Leave A Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *